Delik Pidana Akses Ilegal (Hacking) terhadap Komputer atau Sistem Elektronik
DOI:
https://doi.org/10.51278/bce.v4i2.1408Keywords:
Criminal Offense of Illegal Access, Electronic Systems, Ilegal HackingAbstract
The aim of this research is to show the correct formulation of offenses in the laws related to cracking down on illegal access to computers or electronic systems, and how to analyze judicially the elements of criminal acts, including the legal consequences. As well as disclosing any criminal offenses that could potentially occur due to illegal access to computers or electronic systems. This research uses a normative juridical approach. The data needed in this research was collected in two types of data; Primary Data is data obtained from the results of a literature review through searching Legislative Regulations, book literature, articles/journals, online news, agency archives, etc., and Secondary Data is data obtained from searching the history of illegal access crimes that are often occurring. Data analysis by processing primary data and secondary data using Descriptive Juridical analysis techniques by analyzing the elements or elements of criminal acts that occur using a criminal theory perspective. The research results reveal that the criminal offense of illegal access (hacking) is formulated in Article 332 of Law no. 1 of 2023 concerning the Criminal Code, by analyzing its objective and subjective elements. Potential criminal offenses that can occur following illegal access (hacking) to computers or electronic systems can be in the form of Online Fraud or the Crime of Cheating, Theft of Personal Data, and Defamation or Insult. The legal consequence of this criminal act is punishment which can result in imprisonment or a fine for the perpetrator.
References
Alam, A. S. (2010). Pengantar Kriminologi. Makassar: Pustaka Refleksi.
Ali, A. (2009). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicial Prudence) Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legis Prudence). Jakarta: Kencana.
Ali, Z. (2007). Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika.
Alkostar, A. (2008). Restorative Justice. Dalam M. A. RI, Varia Peradilan Tahun ke-XXII Nomor 262 (hal. 40-45). Jakarta: Mahkamah Agung RI.
Andriadi, F. (2016). Demokrasi di Tangan Netizen. Jakarta Selatan: RMBOOKS.
Anja K. Franck, D. V. (2023, 12). Hacking Migration Control: Repurposing and Reprogramming Deportability. Sage Journals, 54(6), 568-585. doi:https://doi.org/10.1177/0967010621996938
Arief, B. N. (2001). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Arief, B. N. (2005). Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengambangan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Arief, B. N. (2005). Perbandingan Hukum Pidana, Dalam Perspektif Kajian Perbandingan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Arief, B. N. (2006). Kapita Selektra Hukum Pidana Tentang Sistem Peradilan Pidana Terpadu. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Arisandy, Y. O. (2020, 11). Penegakan Hukum terhadap Cyber Crime Hacker. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology, 1, 162-169. doi:10.18196/ijclc.v1i3.11264
Ashidiqqie, J., & Safaát, M. (2012). Teori Hans Kelsen Tentang Hukum. Jakarta: Konstitusi Press.
Azis, S. (2013). Tindak Pidana Khusus. Jakarta: Sinar Grafika.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2024, January 8). Diambil kembali dari Kamus Besar Bahasa Indonesia: https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Bell, D. (1976). The Coming of Post-Industrial Society. New York: Basic Books.
Beniger, J. R. (1989). The Control Revolution : Technological and Origins of The Information Society. Cambridge: Harvard University.
Bentham, J. (2005). An Introduction to the Principle of Morals and Legislation. Oxford: Clarendon Press.
Braithwaite, J. (2002). Restorative Justice and Responsive Regulation. New York: Oxford University Press Inc.
Campbell, H. (1990). Black's Law Dictionary, Edisi VI. St. Paul Minesota: West Publishing.
Chazawi, A. (2007). Pelajaran Hukum Pidana 2. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
D, S., N, K., & Sutorius, P. (2007). Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Erwin, M. (2012). Filsafat Hukum. Jakarta: Raja Grafindo.
Faisal. (2012). Menerobos Positivisme Hukum. Bekasi: Gramata Publishing.
Farid, A. Z. (1995). Hukum Pidana I. Jakarta: Sinar Grafika.
Friedman, L. M. (2001). Hukum Amerika : Sebuah Pengantar, Terjemahan dari American Law An Introduction, Second Edition. Jakarta: Tatanusa.
Hamzah, A. (2005). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: PT. Yarsif Watampone.
Harahap, Y. M. (1988). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Jakarta: Pustaka Kartini.
Hiariej, E. O. (2016). Prinsip-Prinsip Hukum Pidana, Edisi Revisi. Yogyakarta: Cahaya Atmapustaka.
Howard, P., & Parks, M. (2012, April 1). Social Media and Political Change : Capacity, Constraint, and Consequence. Journal of Communication, 62(2), 359-362.
I Gusti Ayu Suanti Karnadi Singgi, I. G. (2020, 10). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Peretasan Sebagai Bentuk Kejahatan Mayantara (Cyber Crime). Jurnal Konstruksi Hukum, 1, 334-339. doi:https://doi.org/10.22225/jkh.1.2.2553.334-339
Ilyas, A. (2012). Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta: Rengkang Education Yogyakarta dan Rukap Indomenisa.
Indonesia. (1946). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) / Wetboek van Strafrecht (WvS). Yogyakarta: Kementerian Kehakiman.
Indonesia. (1981). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Jakarta: Menteri Sekretaris Negara RI.
Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 42. Jakarta: Kementerian Negara/Sekretaris Negara RI.
Indonesia. (2005). Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Yang Sudah Diamandemen. Surabaya: Penerbit Apollo.
Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 58. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Indonesia. (2016). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara RI Tahun 2016 Nomor 251. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Pelindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Tahun 2022 Nomor 196. Jakarta: Kementerian Sekretaris Negara RI.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Lembaran Negara RI Tahun 2023 Nomor 1. Jakarta: Kementerian Sekretaris Negara RI.
Kanter, E., & Sianturi, S. (1982). Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Jakarta: Alumni AHM-PTHM.
Kelsen, H. (1964). Susunan Pidana dalam Negara Sosialis Indonesia. Bandung: Sumur.
Liliana, L. (2016, 11 1). A New Model of Ishikawa Diagram for Quality Assessment. IOPscience, 161(IOP Conference Series: Materials Science and Engineering). doi:10.1088/1757-899X/161/1/012099
Lumintang, P. A. (1984). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Sinar Baru.
Makarao, M. T. (2005). Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Marpaung, L. (2009). Asas Teori Praktik Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika.
Mertokusumo, S. (1991). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.
Mill, J. S. (2020). Utilitarianisme, Prinsip Kebahagiaan Terbesar. Yogyakarta: Basabasi.
Moeljatno. (1987). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara.
Moeljatno. (2002). Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Mudzakir. (2004). Delik Penghinaan dalam Pemberitaan Pers Mengenai Pejabat Publik, Dictum 3. Yogyakarta: Atmajaya Press.
Mulyadi, & Arief, B. N. (1984). Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.
Mulyadi, L. (1994). Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta: Ghalia Indonesia.
Nawi, S. (2018). Penelitian Normatif Versus Penelitian Hukum Empiris. Makassar: Penerbit Umitoha Grafika.
Prasetyo, T. (2017). Hukum Pidana Edisi Revisi. Depok: Rajawali Press.
Purba, I. D. (2022, Maret). Restorative Justice in Enforcement of the Criminal Law of Defamation Through Information Technology. IOSR Journal of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 27(3), 33-38. doi:https://doi.org/10.9790/0837-2703023338
Purba, I. D. (2023, Juni). Analisis Yuridis Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Penggunaan Meme di Media Sosial. Tana Mana, 4(1), 359-373. doi:https://doi.org/10.33648/jtm.v4i1.374
Purba, I. D. (2024, Februari 22). Delik Pidana yang Dapat Terjadi dalam Virtual Reality dan Akibat Hukumnya. Tana Mana, 5(1), 73-91. doi:https://doi.org/10.33648/jtm.v5i1.474
Ramli, A. M. (2010). Cyber Law dan HAKI dalam Sistem Hukum Indonesia. Bandung: PT. Refika Aditama.
Rosadi, S. D. (2015). Cyber Law : Aspek Data Privasi Menurut Hukum Internasional, Regional, dan Nasional. Bandung: PT. Refika Aditama.
Saleh, R. (1983). Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta: Aksara Baru.
Sianturi, S. R. (1996). Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia dan Penerapannya. Jakarta: Alumni Ahaem-Pateheam.
Soesilo, R. (1991). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia.
Sudarto. (2009). Hukum Pidana I Edisi Revisi. Semarang: Yayasan Hukum Sudarto FH Undip.
Sugandhi, R. (1980). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Berikut Penjelasannya. Surabaya: Usaha Nasional.
Tongat. (2009). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia Dalam Perspektif Pembaharuan. Malang: Hukum Press.
Widnyana, I. M. (2010). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Fikahati Aneska bekerja sama dengan BANI Arbitration Center.
Wilson, W. (2003). Criminal Law ; Doctrine and Theory. London: Logman.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Inggou David Purba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

