The Relationship Between Cadets' Fatigue Levels and Human Error Potential In Navigational Watchkeeping
DOI:
https://doi.org/10.51278/bse.v6i2.2232Keywords:
Fatigue Levels, Navigational Watchkeeping, Cadets' FatigueAbstract
Fatigue is a factor that can affect a person's physical and cognitive abilities in carrying out tasks, potentially increasing the risk of human error. This condition is a significant concern for cadets engaged in watchkeeping activities that require precision, concentration, and decision-making skills. This study aims to determine the relationship between fatigue levels and the potential for human error among cadets on maritime navigational watch. This study used a quantitative approach with a correlational method. The population in this study was 263 cadets on maritime navigational watch, using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed through validity, reliability, normality, and correlation tests. The results showed a significant relationship between cadet fatigue levels and the potential for human error during navigational watchkeeping. Based on the results, it can be concluded that fatigue is associated with human error, thus increasing the risk of errors in navigational decision-making during maritime watchkeeping. These findings indicate that discussions on navigational safety in maritime education environments need to consider human conditions, especially fatigue, as part of the safety system.
References
Ain, N., Ekey, S., Singh, R., Singh, P., & Azizi, M. (2025). Addressing Fatigue on Cognitive and Physical Performance in Maritime Operations : A Comprehensive Review. 6(1), 46–51.
Albert, E. C. (2024). Analysing the Impact of Human Factors on Marine Accidents. IX(2454), 272–279. https://doi.org/10.51584/IJRIAS
Arief, J., & Hakim, R. (2025). PELAYARAN DI KAPAL PENUMPANG PERUSAHAAN SURABAYA Universitas Hang Tuah ( UHT ) Email : mudiyanto@hangtuah.ac.id 1 . LATAR BELAKANG Aspek yang menuntut dalam pelayaran seperti ketidakmampuan awak kapal untuk meninggalkan lokasi kerja , kondisi cuaca ekstrim , jauh dari rumah dalam waktu lama , dan pergerakan di tempat kerja . Beberapa diantaranya tidak dapat diubah dan merupakan cerminan sifat domain tersebut . Ada banyak faktor manusia yang mempengaruhi keselamatan dalam domain ini seperti yang kelelahan , kesadaran situasi , komunikasi , serta stress . Isu-isu ini ditinjau dalam rangka yang mengusulkan bahwa individual ini dapat menjadi penyebab kecelakaan , namun iklim keselamatan di kapal juga akan mempengaruhi apakah seseorang melakukan perilaku aman atau tidak . Faktor penyebab kecelakaan kapal diakibatkan oleh faktor manusia ( Mazaheri et al . 2015 ) . Tinjauan tersebut juga mempertimbangkan status terkini dari upaya untuk mengatasi permasalahan faktor manusia yang lazim terjadi di industri pelayaran . Penyebab kecelakaan kapal terbentuk berdasarkan proses pembentukan perilaku kognitif ( Li , Hongxi , Zhang , Lianfeng , Zheng 2014 ). Tinjauan tersebut menunjukkan bahwa terdapat banyak kesenjangan dalam literatur maritim , dan sejumlah masalah metodologis dalam penelitian yang dilakukan hingga saat ini . Terkait masalah komunikasi seringkali dapat mengakibatkan kesalahan atau kecelakaan . Kecelakaan kapal di laut dapat menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan pada laut , Masyarakat dan lingkungan maritim ( Zhang and Thai 2016 ). Kasus keselakaan pada kapal penumpang diakibatkan oleh kurangya kesadaran awak kapal terhadap mmahami kesadaran awak kapal tentang keselamatan pelayaran ( Ruponen P , Pennanen P 2019 ). Faktor manusia diadopsi sebagai konsep yang dipertimbangkan dari faktor faktor-faktor lain yang relevan , termasuk kondisi tempat kerja , lingkungan fisik dan alam , prosedur , pelatihan , organisasi , manajemen . Beberapa peneliti telah mempelajari Lardjane , S ., Morel , G ., Clostermann , J . -P . & Langard 2013 ). Kecelakaan kapal telah menunjukkan bahwa sebagia besar kecelakaan ini melibatkan keselahan manusia . Faktanya , sekitar 80 % kecelakaan kapal terjadi selama pelayaran ( Bea R ., Holdsworth R . 1997 ). Industry perkapalan telah berfokus pada perbaikan struktur kapal dan anjungan serta meningkatkan keandalan sistem peralatan untuk mengurangi korban jiwa dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas . Cara. 25, 215–228. https://doi.org/10.33556/jstm
Arslan, O., & Er, I. D. (2007). Effects of Fatigue on Navigation Officers and SWOT Analyze for Reducing Fatigue Related Human Errors on Board. 1(3), 345–349.
Can, R., Umut, Y., Mahmud, S., & Demirci, E. (2026). Analysing root causes of grounding marine accidents during pilotage : a data-driven perspective. 1–2. https://doi.org/10.1017/S0373463326101544
Chowdhury, M. N., Shafi, S., Farhan, A., Arzaman, M., Teoh, B. A., Kadhim, K. A., Salamun, H., Khairi, F., Kadir, A., & Said, S. (2024). Navigating Human Factors in Maritime Safety : A Review of Risks and Improvements in Engine Rooms of Ocean-Going Vessels. 14(1), 1–14.
Cristopher, R., & Devota, A. (2025). The Lived Experiences of Maritime Cadets : Applying Master Class Knowledge in Real-World Shipboard Operations. 4(6), 2385–2400.
Di, T., Dan, L., Jaga, D., Wahyuni, S. M., Widyaningsih, U., & Dahri, M. (2023). MENUNJANG KESELAMATAN PELAYARAN DI MT . 1(September), 33–37.
Fan, S., & Yang, Z. (2024). Accident data-driven human fatigue analysis in maritime transport using machine learning. Reliability Engineering and System Safety, 241(May 2023), 109675. https://doi.org/10.1016/j.ress.2023.109675
Grech, M. R. (2016). Fatigue Risk Management : A Maritime Framework. https://doi.org/10.3390/ijerph13020175
Ilmiah, J., & Indonesia, M. (2023). Mutiara. 1(2), 212–222.
Ilmiah, J., & Pendidikan, W. (2025). 3 1,2,3. 11, 317–327.
Iting, A. (2024). PENDEKATAN PENELITIAN KORELASIONAL : KONSEP , METODE , DAN APLIKASINYA. 127–141.
Jepsen, J. R., Zhao, Z., & Leeuwen, W. M. A. Van. (2015). Seafarer fatigue : a review of risk factors , consequences for seafarers ’ health and safety and options for mitigation. 106–117. https://doi.org/10.5603/IMH.2015.0024
Kapal, D. (2022). Optimalisasi Dinas Jaga Untuk Mencegah Terjadinya Bahaya Tubrukan. 3(1), 20–24.
Kasus, S., Dharma, K. M. P., Sumekar, B., P, D. A. D., Huda, S., Nugraha, B., Lestari, E. D., & Sari, L. P. (2026). Analisis Kesesuaian Pelaksanaan Dinas Jaga Dengan Ketentuan Rest Hours & Fitness For Duty Berdasarkan STCW Section A-VIII / 2. 5(2), 898–904.
Kuganda, E. V., Kadir, L., Masyarakat, J. K., & Ung, F. O. K. (2026). Analisis Pengaruh Kelelahan Kerja Terhadap Human Error Pada Sopir Bus Di Terminal Tipe A Dungingi Analysis of the Effect of Work Fatigue on Human Error in Bus Drivers at Dungingi Type A Terminal Berdasarkan laporan Global Status Report on Road Safety World Health Organization disebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas jalan mengakibatkan kematian sekitar 1 , 35 juta orang diseluruh dunia mendalam dengan Analisis Pengaruh Kelelahan Kerja terhadap Human Error Pada Sopir Bus Di Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu. 9(5), 4210–4219. https://doi.org/10.56338/jks.v9i5.9593
Kurnia, R., Nurmala, E., Hartati, D. V., Dahlan, H. R., & Balqia, M. F. (2024). Penggunaan Radar dalam Mendukung Keselamatan Pelayaran di Kapal MV . Tanto Salam Use of Radar to Enhance Shipping Safety on the MV . Tanto Salam. 1(2), 1–8.
Ma, M., & Liao, R. (2025). Factors affecting seafarers ’ fatigue : a scoping review. August. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1647685
Maternov, A., Andrej, D., & Török, A. (2023). Human Error Analysis and Fatality Prediction in Maritime Accidents.
Mawardi, K. (2021). Pengaturan pelaksanaan dinas jaga di kapal sesuai stcw 1978 as amended 2010. 19(1). https://doi.org/10.33489/mibj.v19i1.260
Maza, J. A. G., Sernaglia, M., Moreno, F. C., & Soto-l, V. (2026). Fatigue as a latent risk factor in maritime safety systems : A systematic review and implications for reliability analysis. 267(November 2025). https://doi.org/10.1016/j.ress.2025.111930
Mv, D. I., & Kintamani, S. (2025). ANALISIS PENGGUNAAN RADAR PADA SAAT BERNAVIGASI GUNA MENINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN. September, 71–81.
No Title. (n.d.). 132–153.
Péry, D., Péry, C. D., Narasimha, L., Vuddaraju, R., Etchevers, I. C., & Tassabehji, R. (2021). Reducing maritime accidents in ships by tackling human error : a bibliometric review and research agenda. In Journal of Shipping and Trade. Springer Singapore. https://doi.org/10.1186/s41072-021-00098-y
Rahmaningtyas, N. D., & Widanarko, B. (2026). HUMAN PERFORMANCE PADA PEKERJA INDUSTRI MANUFAKTUR : SEBUAH KAJIAN. 10(April), 2166–2173.
Rozar, M., Sidik, M. H., Razik, M. A., Hayu, R. S., Faris, A., Himawan, I., Fatt, C. L., Fadiah, N., Zawawi, M., & Bengkulu, A. (2025). JOURNAL OF TECHNOLOGY AND OPERATIONS ON ACCIDENT RATES : A CASE STUDY OF THE MALAYSIAN MARITIME. 20(1), 18–28.
Sánchez-beaskoetxea, J., Basterretxea-iribar, I., & Sotés, I. (2021). Human error in marine accidents : Is the crew normally to blame ? 2(February). https://doi.org/10.1016/j.martra.2021.100016
Sartoto, M. S., & Parerungan, S. D. (2018). OPTIMALISASI PENGGUNAAN RADAR OLEH PERWIRA JAGA UNTUK MENGETAHUI POSISI TARGET DAN MENGURANGI BAHAYA NAVIGASI DI ATAS KAPAL Oleh : 3(2), 1–8.
Simanjuntak, M. B. (2024). Navigating the Seas of Knowledge : Cognitive Load Management for Maritime Cadets. XXI(Iii), 328–334.
Suprapti, F. (n.d.). The Influence of Competency-Based Training on the Readiness of Nautical Cadets in the Maritime Industry. 5(4), 6122–6130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ambar Prisetia Rini, Tri Hariyati Nur Indah Sari, Iqbal Zainuri, Cardiana Cardiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
