Kontestasi Hibah dan Faraidh dalam Sengketa Waris: Analisis Normatif dan Praktik Peradilan Agama di Indonesia

Authors

  • St. Syahruni Usman Universitas Islam negeri AM Sangaji Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51278/bil.v2i2.2048

Keywords:

Hibah, inheritance, fiqh al-muʿāmalah, Compilation of Islamic Law, Islamic family law, Indonesia

Abstract

The increasing use of hibah (inter vivos gifts) as an alternative mechanism for inheritance distribution has become a growing phenomenon in Indonesia. Many Muslim families transfer property while still alive to prevent inheritance disputes after death. Although socially motivated, this practice raises critical legal and ethical questions regarding its conformity with fiqh al-muʿāmalah principles and Indonesia’s positive law, especially when hibah is used to bypass the heirs’ rights prescribed in faraidh. This study aims to examine the role of hibah as an instrument for transferring inheritance within the framework of Islamic legal theory and national law, as well as its implications for justice and legal certainty among heirs. Using a qualitative juridical-normative and empirical approach, the research analyzes primary Islamic legal sources—Qur’an, Hadith, and classical jurisprudence—together with national legal provisions such as the Compilation of Islamic Law (KHI) and the Civil Code. Empirical data from community practices and court decisions are descriptively and analytically reviewed to reveal convergence and divergence between fiqh al-muʿāmalah and Indonesian law. Findings indicate that hibah functions as a culturally adaptive and socially preventive means to maintain family harmony and avoid inheritance conflicts. However, legal inconsistencies often occur when hibah lacks formal documentation or fairness among heirs. While both Islamic and national legal systems legitimize hibah, they differ in regulating its limits and implications for inheritance rights. Therefore, harmonization between fiqh al-muʿāmalah and positive law is essential to ensure hibah operates as a fair, transparent, and legally valid instrument of wealth transfer in Indonesia.

References

Amirullah, Amirullah, Lomba Sultan, and Supardin Supardin. 2021. “Eksistensi Hibah Yang Diperhitungkan Sebagai Warisan (Telaah Pasal 211 Kompilasi Hukum Islam).” Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam 8(2): 37–45.

Bobihu, Rizal, Weny Almoravid Dungga, and Mohamad Taufiq Zulfikar Sarson. 2023. “Akibat Hukum Terhadap Penarikan Kembali Harta Yang Di Hibahkan Menurut KUH Perdata.” ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 1(3): 198–209.

Dalimunthe, Dermina. 2020. “Comparasi Pengalihan Harta Hibah Menjadi Harta Warisan Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi 6(1): 13–26.

Farida, Annikmah, Haris Santoso, Ikhwanudin Ikhwanudin, and Iwannudin Iwannudin. 2023. “Penguatan Pemahaman Fiqih Muamalah Pada Karyawan Bmt Mekar Abadi Aji Sejahtera Lampung Tengah.” Indonesian Journal of Community Dedication 1(1): 61–70.

Al Ghiffary, Abidzar. 2023. “Hibah Sebagai Pengganti Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Suku Madura Di Desa Bukit Mulia Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut.”

Hadaiyatullah, Syeh Sarip, Habib Ismail, Arif Fikri, Ahmad Burhanuddin, and Ani Mardiantari. 2025. “Aspek Hukum Dalam Pembagian Waris Pada Pasangan Berbeda Suku Di Masyarakat Pepadun Padang Ratu: Kajian Hukum Adat Dan Hukum Islam.” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial 19(1): 64–74.

Hidayat, Muhammad, and Muhamad Hasan Sebyar. 2023. “Analyzing the Practice of Hibah in Lieu of Inheritance among the Indonesian Muslim Community.” Al-Ulum 23(1): 132–52.

Hidayatulloh, Alfan, and Muhammad Nuruddien. 2023. “Hibah Mua’llaqah Untuk Menghindari Sengketa Waris Perspektif Fath Adz-Dzariah.” Sakina: Journal of Family Studies 7(4): 464–74.

Juli, Djulya Eka Pusvita, Adis Nevi Yuliani Adis, and Halimah Endang Widyaningsih Endang. 2024. “Hibah Dan Hak Waris: Studi Perbandingan Undang-Undang Dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).” Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara 7(2): 106–20.

Kerti, Bagus Manussa, Ahmad Muslimin, Iwannudin Iwannudin, Veri Triyono, and Meri Fitri Yanti. 2023. “Problematika Pembagian Harta Waris Perkawinan Poligami Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Tana Mana 4(1): 101–11.

Mu’minin, Muhammad Shofwanul. 2020. “Konflik Keluarga Akibat Pembagian ‘Harta Waris’ Dengan Hibah Perspektif Kompilasi Hukum Islam.” Sakina: Journal of Family Studies 4(3).

Muhammad, Rizky, and Syaddan dintara Lubis. 2024. “The Praktek Hibah Sebagai Pengganti Warisan Study Didesa Pematang Panjang Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara: Practice Of Grant As A Replacement Of Heritage Study In Pematang Panjang Village, Fifty Coastal District, Batu Bara District.” Jurnal Hukum Lex Generalis 5(6).

Muttaqin, Rifqi. 2021. “Pengaturan Hibah Dan Wasiat Dalam Hukum Islam.” At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies 3(1): 66–81.

Rachmavianti, Nita, and Zaitun Abdullah. 2025. “Pembatalan Akta Hibah Warisan Tanpa Persetujuan Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s 7(1): 68–97.

Rahmayani, Nur. 2023. “Sistem Pengalihan Hibah Menjadi Hak Warisan Dalam Studi Masyarakat Di Kecamtan Patampanua Kabupaten Pinrang.”

Ritonga, Raja, and Martua Nasution. 2024. “Dinamika Kewarisan Alternatif: Analisis Konsep Hibah Dalam Konteks Penggantian Warisan.” Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) 7(1): 64–82.

Safutra, Darji. 2016. “Pengalihan Atas Harta Warisan Yang Dilakukan Oleh Salah Seorang Ahli Waris Tanpa Persetujuan Ahli Waris Yang Lain (Studi Putusan Ma Nomor 234 Pk/Pdt/2004).” Premise Law Journal 20: 164970.

Sahid, Kheeisya Arzeeta S, Nirwan Junus, and Nurul Fazri Elfikri. 2025. “Penyelesaian Sengketa Hibah Wasiat Kepada Anak Angkat Tanpa Persetujuan Ahli Waris Di Indonesia.” Sinergi: Jurnal Riset Ilmiah 2(2): 718–29.

Sakirman, Sakirman. 2018. “Telaah Hermenutika Pasal 211 KHI Dalam Memberikan Access to Justice Terkait Hibah Dan Waris.” Jurnal Konstitusi 15(1): 95–117.

Zaen, Mansur, Ahmad Rifai, and L Ahmad Tijani Isnaini. 2025. “Kajian Putusan Hakim Dengan Perkara Nomor: 1378/Pdt. G/2022/Pa. Sel Terkait Pengalihan Hak Hibah Menjadi Waris.” Unizar Recht Journal (URJ) 4(1): 84–93.

Downloads

Published

2025-11-18

How to Cite

Usman, S. S. (2025). Kontestasi Hibah dan Faraidh dalam Sengketa Waris: Analisis Normatif dan Praktik Peradilan Agama di Indonesia. Bulletin of Islamic Law, 2(2), 119–130. https://doi.org/10.51278/bil.v2i2.2048

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.