Relasi Kuasa dan Ketimpangan Gender dalam Tradisi Larangan Pernikahan Marga Sama di Suku Batak: Kajian Sosio-Legal

Authors

  • Sakban Lubis Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51278/bil.v2i2.2026

Keywords:

Customary Law, Gender, Batak, Socio-Legal, Same-Clan Marriage

Abstract

This study examines power relations and gender inequality within the tradition of prohibiting marriage between individuals of the same clan (semarga) in Batak society, highlighting how this customary norm reflects a patriarchal social structure and impacts women’s positions. The central issue addressed is how this customary rule functions not only as a mechanism for preserving lineage and cultural identity but also as a form of social control that places women in a subordinate position. The aim of this research is to analyze the dynamics of power within Batak customary structures, to explore the social, legal, and psychological implications for women who violate the prohibition, and to evaluate the responses of customary and state institutions to this phenomenon. The study employs a socio-legal approach with a descriptive qualitative analysis. Data were collected through literature studies and interviews with customary leaders, religious figures, and Batak women involved in same-clan marriage cases. The analysis was conducted interpretively using a feminist perspective to reveal power relations embedded in customary structures. The findings indicate that the prohibition on same-clan marriage is rooted in the patrilineal system and Dalihan Na Tolu, which reinforce male dominance in customary decision-making processes. Women who violate this prohibition often face social stigma, legal uncertainty, and psychological pressure, despite emerging resistance from younger generations who are more critical of patriarchal norms. This study underscores the need for customary legal reform that is more responsive to gender equality and human rights values within the context of contemporary Batak society.

References

Arrasyid, H. F., Hidayat, E., Anam, K., Choirunnisa, S., & Wati, K. (2024). Sosialisasi Pembinaan Keluarga Maslahah Kampung Sriwijaya Mataram Sebagai Bentuk Antisipasi Meningkatnya Angka Perceraian Di Kabupaten Lampung Tengah. ABDI MAKARTI, 3(1), 54–64. http://jurnal.stieama.ac.id/index.php/abdimakarti/article/view/585

Batakkeren. (2024). Mengapa Menikah Satu Marga Dalam Adat Batak Dilarang? Ini Alasannya. Batak Keren. https://batakkeren.com/budaya/mengapa-menikah-satu-marga-dalam-adat-batak-dilarang-ini-alasannya

Batubara, S. (2018). Pelarangan Perkawinan Satu Marga Dalam Adat Batak Mandailing. Al-Risalah, 18(1), 1–12. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v18i2.37

Dawolo, I. P. R., Yudana, I. M., & Sujana, I. P. W. M. (2023). Larangan Perkawinan Sesama Marga Parna Dalam Hukum Adat Batak Toba (Studi Kasus di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi). Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(1), 31–38. https://semnas-fmipa.undiksha.ac.id/index.php/JMPPPKn/article/view/2503

Fadah, N. I., Maki, H. L. P., Irawan, H., Oktora, N. D., & Arrasyid, H. F. (2025). Tajdid Nikah: Legal Analysis, Ulama Perspectives, and Maslahah Mursalah (A Case Study in East Lampung Regency). Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 10(1), 95–110. https://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jm/article/view/5855

Hanafi, R. (n.d.). Mak Dijuk Siang (Larangan Cerai Hidup) Suku Lampung Pepadun Marga Bukuk jadi Perspektif Maṣlaḥah,‘Urf Dan HAM [Master’s Thesis]. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ismail, H. (2025). Relevansi Konsep Hukum Islam Dalam Menyikapi Isu-Isu Sosial Kontemporer: Sebuah Tantangan Moderasi Beragama. Moderasi: Journal of Islamic Studies, 5(1), 259–278. https://ejournal.nuprobolinggo.or.id/index.php/moderasi/article/view/100

Ismail, H., & Ja’far, A. K. (2025). Implementasi Prinsip Moderasi Beragama dalam Praktik Peradilan Agama di Indonesia. CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 11(1), 139–152. https://ejurnal.inhafi.ac.id/index.php/cendekia/article/view/694

Khairuddin, K., Rini, E., Purwaningsih, T., Sugianto, H., Ismail, H., & Lubis, R. (2025). Protection and Status of Children Born Outside of Marriage: A Fiqh Perspective Of Indonesia And Brunei Darussalam. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 4(2), 781–808. http://journal.stai-nuruliman.ac.id/index.php/tsyr/article/view/320

Manalu, R. (2023). Perkawinan Satu Marga (Perkawinan Adat Batak Angkola Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(13), 561–570. http://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/4476

Marentha, W. M. (2021, December 5). Cerita dari Batak Toba: Gender, Perempuan, dan Budaya Patriarki - Pena Budaya. https://www.penabudaya.com/cerita-dari-batak-toba-gender-perempuan-dan-budaya-patriarki/, https://www.penabudaya.com/cerita-dari-batak-toba-gender-perempuan-dan-budaya-patriarki/

Nastiti, Y., Ginting, S. D. B., & Simbolon, I. S. (2021). Nilai dan makna larangan marsiolian sesama marga parna suku Batak. Jurnal Basataka (JBT), 4(1), 7–12. https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/basataka/article/view/104

Nurhalizah, M. E. (2025). Negosiasi Patriarki dan Dominasi Peran Ruang Budaya. https://nursyamcentre.com/artikel/riset_budaya/negosiasi_patriarki_dan_dominasi_peran_ruang__budaya

pakpahan, J. (2022, October 16). Sikap Oppressive Gender terhadap Perempuan Batak Toba dalam Pembagian Warisan. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/jocelinepakpahan1071/634c231408a8b50bbd44dc75/sikap-oppressive-gender-terhadap-perempuan-batak-toba-dalam-pembagian-warisan

Purba, L., & Mujitahidin. (2024). Pernikahan dari Satu Marga yang Sama Dilarang Dalam Suku Batak. https://radarlambar.bacakoran.co/read/12736/pernikahan-dari-satu-marga-yang-sama-dilarang-dalam-suku-batak?utm_source=chatgpt.com

Saputri, R., Doras, T., Chandra, M. N. M., Oktaviani, H., Az-Zahra, N. A. F., & Anwar, H. A. (2021). Sistem Kekerabatan Suku Batak Dan Pengaruhnya Terhadap Kesetaraan Gender. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 4(1), 29–39. https://doi.org/10.30829/jisa.v4i1.9195

Saragi, N. O. (2023). Diskriminasi Gender: Peran Perempuan dalam Budaya Batak. https://www.kompasiana.com/nikenorseasaragi/6574044ede948f2d04102602/diskriminasi-gender-peran-perempuan-dalam-budaya-batak?utm_source=chatgpt.com

Sari, I., Fakhrurrazi, F., & Rambe, S. (2024). Larangan Pernikahan Satu Marga pada Suku Pak Pak di Tinjau Perspektif Pendidikan Islam. Az-Zarnuji: Journal of Islamic Education, 2(1), 87–94.

Sembiring, F. (2023). Larangan Perkawinan Semarga Bagi Masyarakat Suku Batak Karo Dan Sanksi Adat Perkawinan Semarga Berdasarkan Hukum Adat Dan Undang-Undang Perkawinan. Lex Privatum, 12(2). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/49670

Siagian, H. M., Harahap, R., Wuriyani, E. P., Siagian, M. S., & Siregar, W. (2022). Analisis Nilai Budaya pada Larangan Perkawinan Semarga dalam Adat Batak Mandailing di Kabupaten Asahan. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 68–78. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JMK/article/view/7056

Siburian, D. (2021). Menggugat Perceraian: Kekerasan Gender Dalam Praktek Paulakhon Pada Masyarakat Batak Toba. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 23(2), 211–225. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v23i2.111

Sihombing, G. N., Sitorus, M. H., Hutagalung, B. T., Sinambela, M., & Firmando, H. B. (2024). Upaya Perempuan Dalam Menghadapi Budaya Patriarki Pada Masyarakat Batak Toba Di Desa Parhorboan Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(4), 4597–4606. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/1377

Sihombing, N., & Supsiloani, S. (2023). Hubungan Pendidikan Perempuan dan Jumlah Sinamot pada Pernikahan Adat Batak Toba di Desa Berampu Kec Berampu Kab. Dairi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 12718–12728. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.8415

Situmorang, F. S. M., & Gustianingsih, Dr. Dra. G. (2022). Ketidaksetaraan Gender di Suku Batak Dalihan Na Tolu. https://www.kompasiana.com/febrisarah2504/639a9cbf4addee058f089a33/ketidaksetaraan-gender-di-suku-batak-dalihan-na-tolu?utm_source=chatgpt.com

Yuwita, R. (2024). Akulturasi Agama Dan Budaya Dalam Tradisi Larangan Pernikahan Satu Marga. Studia Sosia Religia, 7(2), 78–85. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ssr/article/view/22663

Downloads

Published

2025-11-23

How to Cite

Lubis, S. (2025). Relasi Kuasa dan Ketimpangan Gender dalam Tradisi Larangan Pernikahan Marga Sama di Suku Batak: Kajian Sosio-Legal. Bulletin of Islamic Law, 2(2), 131–142. https://doi.org/10.51278/bil.v2i2.2026

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.