HUKUM ADAT SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN DISPENSASI NIKAH DAN AKIBATNYA (STUDI KASUS PENGADILAN TULANG BAWANG TENGAH)

Authors

  • Ahmad Nur Wahyudi Universitas Maarif Lampung
  • Mufid Arsyad Universitas Maarif Lampung
  • Rita Rahmawati Universitas Maarif Lampung
  • Moh Mukri Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Abstract

Pemberian dispensasi pernikahan kepada anak yang akan dinikahkan di bawah umur merupakan salah satu contoh putusan hukum yang niscaya akan berdampak langsung dari segi hukum. Menurut hukum adat, seseorang baru dapat melangsungkan dan melaksanakan pernikahan apabila ia sudah dewasa. Akan tetapi, definisi dewasa menurut hukum adat tidak mengacu pada jumlah usia tertentu, melainkan dilihat secara konkrit pada kondisi dalam diri orang tersebut.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hukum Adat menjadi pertimbangan hakim Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah dan Dampak Dispensasi Nikah Bagi Masyarakat Tulang Bawang Tengah. Jenis penelitian menggunakan Field Research yang dilakukan di Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah,  dengan pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dan mendiskripsikan secara jelas mengenai hukum adat sebagai pertimbangan hakim dalam mengabulkan dispensasi nikah dan akibatnya  berdasarkan fakta yang ada. Proses pengelolaan data menggunakan metode wawancara guna untuk mendapatkan informasi-informasi yang akurat mengenai hukum adat sebagai pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah dan akibatnya. Budaya atau tradisi yang masih menempel di beberapa warga pada wilayah Indonesia seperti di Tulang Bawang Tengah sebagian menduga bahwa perkawinan dibawah umur artinya tindakan yang biasa. Khususnya yang umumnya memiliki tata cara atau norma yang masih menempel di masyarakat, tak terdapat embargo nikah dibawah umur sebab adanya kepercayaan bahwa “seorang anak wanita yang telah dilamar wajib Diterima, jika tak diterima mampu menjadikan si anak tak laris (tak bisa Jodoh). sementara pada wilayah lain yang umumnya menikahkan anaknya diusia Dini buat menghindari terjadinya rekaan bagi kedua pasangan yang sedang berpacaran, hal yang sama pula terjadi pada desa atau wilayah lain yang masih Berwilayah pada Indonesia yang tata cara kebiasaannya terkenal menggunakan pernikahan Sirri (misteri), supaya tak terdapat stigma berasal ikatan pernikahan dikemudian hari. Alasan yang seringkali muncul saat hakim mengabulkan surat permohonan buat menikah di usia dini dikarenakan kondisi yang sinkron menggunakan hukum aturan Islam telah dipenuhi.

Downloads

Published

2024-05-24

How to Cite

Wahyudi, A. N., Arsyad, M., Rahmawati, R., & Mukri, M. (2024). HUKUM ADAT SEBAGAI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN DISPENSASI NIKAH DAN AKIBATNYA (STUDI KASUS PENGADILAN TULANG BAWANG TENGAH). Bulletin of Islamic Law, 1(1), 1–12. Retrieved from https://attractivejournal.com/index.php/bil/article/view/1173

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.