Strategi Peningkatan Literasi Keuangan melalui Fintech pada Komunitas Adat di Tana Toraja
DOI:
https://doi.org/10.51278/bier.v1i2.1990Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan literasi keuangan berbasis teknologi finansial (fintech) yang kontekstual bagi komunitas adat di Tana Toraja. Masyarakat adat di wilayah ini menghadapi berbagai kendala dalam mengakses layanan keuangan formal, antara lain rendahnya literasi keuangan dan digital, kuatnya nilai-nilai budaya lokal, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat mulai mengenal layanan fintech seperti e-wallet, QRIS, dan mobile banking, tingkat adopsinya masih rendah dan bersifat sporadis. Strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan adalah pendekatan integratif yang memadukan edukasi teknologi digital dengan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat, penggunaan bahasa dan simbol budaya, media narasi, serta simulasi praktis terbukti meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap fintech. Studi ini merekomendasikan kolaborasi lintas sektor dalam merancang program literasi berbasis budaya serta pengembangan aplikasi fintech yang ramah budaya dan mudah diakses oleh masyarakat adat. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat inklusi keuangan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas di wilayah adat terpencil.
