Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religius di SMP Insan Mandiri Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.51278/aj.v5i2.602Keywords:
Internalization Islamic Values, Teachers Strategy, Religious ValuesAbstract
The objectives of this study are (1) to analyze the PAI teacher's strategy in instilling religious values (2) to analyze the strategy steps for instilling religious values (3) to analyze the advantages and disadvantages of strategies to instill religious values. This study uses a qualitative approach, the research location is in SMP Insan Mandir Lampung, the data sources are obtained through three elements, namely people, places and methods of collecting paper data using observation interviews and documentation in analyzing the data using descriptive analysis, while checking the validity of the data using an extension of the inclusion, triangulation and checking through colleagues. The results of this study are (1) religious values that are instilled, namely shaking hands, praying, reading juz amma, praying dhuha in congregation, praying dhuha in congregation to maintain cleanliness in cultivating 5S (smile, greet, polite) honesty PHBI. (2) the strategy of Islamic religious education teachers in instilling religious values through habituation of students, namely by praying to learn the dhuha prayer to feel the midday prayer in congregation..
Keywords: Internalization Islamic Values, Teachers Strategy, Religious Values
References
Aksa. (2020). Moderasi Beragama Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal Pada Masyarakat Donggo di Bima (Tinjauan Sosio-Historis). Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 19(2), 338–352.
Alim, M. (2011). Pendidikan Agama Islam?: Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Anwar, C. (2019). Multikulturalisme, Globalisasi, dan Tantangan Pendidikan Abad ke-21. Yogyakarta: Diva Press.
Azzet, A. M. (2013). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Burhani, A. N. (2012). Al-Tawassut wa-l I’tid?l: The NU and moderatism in Indonesian Islam. Asian Journal of Social Science, 40, 564–581. https://doi.org/10.1163/15685314-12341262
Casram, C. (2016). Membangun Sikap Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 1(2). https://doi.org/10.15575/jw.v1i2.588
Emzir. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Islam, M. H., & Aziz, A. (2020). Transformation of Pesantren in Maintaining Good Character. Humanistika: Jurnal Keislaman, 6(1), 35–48. https://doi.org/10.36835/humanistika.v6i1.307
Listianto, T. (2012). Pengaruh Motivasi, Kepuasan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus di Lingkungan Pegawai Kantor PDAM Kota Surakarta). Jurnal Ilmiah Manajemen, 4(3), 273–293.
Lubis, R. (2005). Meretas Wawasan dan Praksis Kerukunan Umat Beragama diIndonesia. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Beragama.
Machasin. (2012). Sambutan Kepala Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. In Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/Perselisihan Rumah Ibadah. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag RI.
Mahfud, C. (2016). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maksum, A. (2011). Pluralisme dan Multkulturalisme Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam. Malang: Aditya Media Publishing.
Mas’ud, A., Fuad, A. Z., & Zaini, A. (2019). Evolution and Orientation of Islamic Education in Indonesia and Malaysia. Journal of Indonesian Islam, 13(01), 21–49. https://doi.org/10.1542/JIIS.2019.13.1.21-49
Moelong, L. J. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Naim, N., & Sauqi, A. (2017). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Narbuko, C., & Ahmadi, A. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, H. (2012). Demokrasi dan Demokratisasi: Sebuah Kerangka Konseptual Untuk Memahami Dinamika Sosial-Politik di Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 1(1), 1–15.
Nuryatno, M. A. (2008). Mazhab Pendidikan Kritis Menyingkap Relasi Pengetahuan, Politik, dan Kekuasaan. Yogyakarta: Resist Book.
Qodir, Z. (2018). Kaum Muda, Intoleransi, dan Radikalisme Agama. Jurnal Studi Pemuda, 5(1). https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.37127
Ruslan, I., & Irham, M. A. (2022). The Role of Cultural Literacy and Peace Education in Harmonization of Religious Communities. Journal of Social Studies Educational Research, 13(3), 174–204.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Alvabeta.
Sukardjo, & Komarudin, U. (2009). Landasan Pendidikan (Konsep dan Aplikasinya). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suryana, Y., & Rusdiana, A. (2015). Pendidikan Multikultural Suatu Upaya Penguatan Jati Diri Bangsa. Bandung: Pustaka Setia.
Susanto, E. F., & Kumala, A. (2019). Sikap Toleransi Antaretnis. Tazkiya Journal of Psychology, 7(2). https://doi.org/10.15408/tazkiya.v7i2.13462
Syahputra, M. C. (2020). Pendidikan Multikultural dalam Budaya Nemui Nyimah. eL-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 14(1), 81–97. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v14i1.1989
Umar, M. (2019). Urgensi Nilai-Nilai Religius Dalam Kehidupan Masyarakat Heterogen Di Indonesia. Jurnal Civic Education, 3(1).
Uno, H. B. (2011). Model Pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

