Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Tradisi Sakura dan Implikasinya dalam Menumbuhkan Sikap Humanis Pada Masyarakat Lampung Pesisir Kabupaten Lampung Barat
DOI:
https://doi.org/10.51278/aj.v6i1.1210Keywords:
Islamic Education Value, Tradition, HumanismAbstract
Lampung society is known as a society that adheres to tradition in understanding the reality of its social life, including the cherry blossom tradition. The cherry blossom tradition is a tradition that originates from West Lampung. The sakura tradition is a masked party held every Eid al-Fitr holiday with the main aim of keeping in touch. This research aims to describe and analyze the values of Islamic education in the cherry blossom tradition and their implications in fostering a humanist attitude in the people of Coastal Lampung, West Lampung Regency. The research used in this study is qualitative research with the type of field research, while the method used is ethnography or culture-based research. The study was carried out in West Lampung. Data collection was carried out by means of observation, document collection and interviews. Data sources include interviews with traditional leaders, community leaders and youth leaders. This study shows the results that there are values of Islamic education in the sakura tradition, namely: 1) Praying together and saying takbir sentences which have the value of thanking Allah SWT for the blessings of faith. Islam and obedience, 2) Buhippun or deliberation, mutual cooperation and giving alms which have the values of mutual respect, respect and unity, 3) Njalang or halal bihalal which have the values of friendship and good manners. The implications of the values of Islamic education in the cherry blossom tradition in cultivating a humanist attitude in the people of Lampung Coastal West Lampung Regency, this is reflected in attitudes 1) Mutual respect, 2) Polite attitudes, 3) Mutual assistance attitudes, 4) Kinship attitudes and tolerance attitude.
Keywords: Islamic Education Value, Tradition, Humanism
References
Anwar, C. (2014). Hakikat Manusia dalam Pendidikan Sebuah Tinjauan Filosofis. SUKA Press.
Asyik, B. (2015). Provinsi Lampung; dari Daerah Penerima Transmigran menjadi Potensi Daerah Pengirim. Histokultura.
Ayyuhda, C., & Karsiwan. (2020). Nilai-nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 1(11–18).
Aziz, A. (2009). Filsafat Pendidikan Islam. Teras.
Dahlan, M. H. (2014). Perpindahan Penduduk dalam Tiga Masa: Kolonisasi, Kokuminggari, dan Transmigrasi di Provinsi Lampung. Patanjala, 6(3), 335–348. https://doi.org/10.30959/patanjala.v6i3.164
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Lampung. (1995). Wujud, Arti dan Fungsi Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli Bagi Masyarakat Lampung (Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Lampung).
Deradjat, E. D., Laksito, O., & S.W, B. (1992). Topeng Lampung: Tinjauan Awal Drama Tari Tupping dan Pesta Sakura. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Bagian Permuseuman Lampung.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat. (2013). Sejarah Sekala Bekhak. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat.
Fauzan. (2017). Makna Simbolik Topeng Sakura Pada Masyarakat Adat Lampung. Kalam, 10(1).
Fernandes, S. O. (2000). Humanisme: Citra Manusia Budaya Timur. Erlangga.
Hadikusuma, H. (1989). Masyarakat dan Adat-budaya Lampung. Mandar Maju.
Hidayat, R. (2016). Ilmu pendidikan Islam: Menuntun Arah pendidikan Islam Indonesia. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).
Islam, M. H., & Aziz, A. (2020). Transformation of Pesantren in Maintaining Good Character. Humanistika: Jurnal Keislaman, 6(1), 35–48. https://doi.org/10.36835/humanistika.v6i1.307
Islamy, A., & Istiani, N. (2020). Aktualisasi Nilai-nilai Profetik dalam Pendidikan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19. Mawa’izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 11(2), 169–187. https://doi.org/10.32923/maw.v11i2.1460
Khoirina, N. (2018). Pentingnya pemahaman nilai-nilai budaya lokal dalam Pendekatan Konseling Humanistik. Seminar Nasional Bimbingan Konseling.
Koentjaraningrat. (1992). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia.
Maran, R. (2000). Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Rineka Cipta.
Maslow, A. H. (1954). Motivation and Personality. Harper and Brother Publisher.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). Remaja Rosdakarya.
Mustika, I. W. (2011). Perkembangan Bentuk Pertunjukan Sakura Dalam Konteks Kehidupan Masyarakat Lampung Barat Tahun 1986-2009. Universitas Gadjah Mada.
Nizarani, Kristiawan, M., & Sari, A. P. (2020). Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Pondok Pesantren. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 9(1), 37–44. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v9i1.5432
Nurdin, B. V. (2017). Nemui Nyimah: Kearifan Lokal untuk Pembangunan Toleransi yang Berkualitas. In Bunga Rampai: Pemikiran Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Lampung. AURA Publishing.
Puspawidjaja, R. (2006). Hukum Adat dalam Tebaran Pemikiran. Penerbit Universitas Lampung.
Ramayulis. (2013). Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Ruslan, I. (2018). Dimensi Kearifan Lokal Masyarakat Lampung Sebagai Media Resolusi Konflik. Kalam: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam, 18(1), 105–126.
Sanjaya, W. (2015). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Prenada Media Group.
Setyaningsih, R. (2016). Studi Semiotik Sikap Humanis-Religius Dalam Trailer Film Ketika Mas Gagah Pergi. ETTISAL Journal of Communication, 1(1).
Sinaga, R. M. (2012). (Re)produksi Piil Pesenggiri: (Identitas Etnis Lampung dalam Hubungan dengan Pendatang). Antropologi Indonesia, 33(2), 98–110.
Soebahar, A. H. (2021). Islamic Education Transformation: Reflections on Sustanability and Change. The International Journal of High Education Scientists (IJHES), 2(1), 1–20. https://doi.org/10.1234/.v1i4.142
Soedarsono, R. . (2003). Seni Pertunjukan dari Perspektif Politik, Sosial dan Ekonomi. Universitas Gadjah Mada Press.
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi. Tiara Wacana.
Sugiyono. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alvabeta.
Suryadi, R. A. (2017). lmu Pendidikan Islam. Deepublish.
Susantri, A. (2019). Tari Sekura Sebagai Media Pelestari Topeng Sekura Dari Liwa Lampung Barat. Joged: Jurnal Seni Tari, 13(2).
Syahputra, M. C. (2020). Pendidikan Multikultural dalam Budaya Nemui Nyimah. EL-Hikmah: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 14(1), 81–97. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v14i1.1989
Syahputra, M. C. (2021). Pendidikan Karakter Berbasis Khazanah Kearifan Lokal Nusantara. Belibis Pustaka.
Syahputra, M. C., & Ruslan, I. (2021). Nemui Nyimah: Lampung Local Wisdom With Religious Moderation Insight. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 26(01), 59–74. https://doi.org/10.32332/akademika.v26i1.3235
Thoha, M, C. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.
Wahyudin, Wahyudi, D., & Khotijah. (2020). Managing Local Independence: The Role of Traditional Leaders in Building The Character of Ulun Lampung. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 25(2), 235–256. https://doi.org/10.32332/akademika.v25i2.1644
Yusuf, H. (2013). Filsafat Kebudayaan: Strategi Pengembangan Kebudayaan Berbasis Kearifan Lokal. Harakindo Publishing.
Zakiyah, Q. Y., & Rusdiana, A. (2014). Pendidikan Nilai: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Pustaka Setia.

