Eksistensi Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin II Simpang Mesuji
DOI:
https://doi.org/10.51278/aj.v6i1.1169Keywords:
Pesantren, Existention Pesantren, Modern EraAbstract
The existence of Islamic boarding schools always changes according to societal developments. Islamic boarding schools that grow and develop in the midst of society, in social processes and interactions with society cannot be avoided. Islamic boarding school activities and participation always take part in building society, requiring new ideas and knowledge. Islamic boarding schools are not only active in providing knowledge to the public in terms of religious knowledge, but also try to improve the standard of living and culture in harmony with Islamic teachings. This type of research is field research, that is, research carried out directly in the field or on respondents. The research approach used is a qualitative approach. The purpose of this research is to describe a situation or event. The data collection techniques used are the observation method, interview method and documentation method. The data analysis technique in this research uses data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research are that the existence of the Hidayatul Mubtadi’in II Simpang Mesuji Islamic Boarding School has a relationship between the Islamic boarding school and the surrounding community. The relationship is well established. Even though the number of students has decreased, the Hidayatul Mubtadi’in II Simpang Mesuji Islamic boarding school continues to strive to exist and play a role in accordance with the vision and mission that have been instilled in the Islamic boarding school.
Keywords: Pesantren, Existention Pesantren, Modern Era
References
Achmad, N., & HR, M. (2011b). Peran Kiyai Dan Eksistensi Pesantren Di Era Reformasi. Semarang: Wahid Hasyim University Press.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
Assa’idi, S. (2021). The Growth of Pesantren in Indonesia as the Islamic Venue and Social Class Status of Santri. Eurasian Journal of Educational Research, 93, 425–440.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Fajrie, M. (2016). Budaya Masyarakat Pesisir Wedung Jawa Tengah?: Melihat Gaya komunikasi dan Tradisi Pesisiran. Wonosobo: CV. Mangku Bumi Media.
Francoise, J. (2017). Pesantren as the Sourche of Peace Education. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 41–62. https://doi.org/10.21580/ws.25.1.1.1161
Gumilang, R., & Nurcholis, A. (2018). Peran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri. Jurnal Comm-Edu, 13.
Hamdi, S., & Muhajir, A. (2021). Eksistensi Dan Kontribusi Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin Sebagai Pesantren Tertua Di Kabupaten Kotawaringin Timur. Al-Fikri: Jurnal Studi Dan Penelitian Pendidikan Islam, 4(1).
Hannan, A., Azizah, S., & Atiya, H. (2020). Dinamika Pesantren dalam Merespons Pandemi COVID-19 di Madura. Dinika: Academic Journal of Islamic Studies, 5(2), 213–242.
Hidayat, T., Rizal, A. S., & Fahrudin. (2018). Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Ta’dib?: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2).
Hilmy, M. (2016). Pendidikan Islam dan Tradisi Ilmiah. Malang: Madani.
Komariah, N. (2016). Pondok Pesantren Sebagai Role Model Pendidikan Berbasis Full Day School. Hikmah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2).
Ma’ruf, M. (2017). Eksistensi Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Salaf Di Era Globalisasi. Evaluasi, 1(2).
Mardiyah. (2012). Kepemimpinan Kiai dalam Memelihara Budaya Organisasi di Pondok Modern Gontor, Lirboyo Kediri, dan Pesantren Tebuireng Jombang. Jurnal Tsaqafah, 8(1), 67–104. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v8i1.21
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mujahid, I. (2021). Islam Orthodoxy-Based Character Education: Creating Moderate Muslim in a Modern Pesantren in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 185–212. https://doi.org/10.18326/ijims.v11i2.185-212
Mujahidin, I. (2021). Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pengembangan Dakwah. Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(1).
Mulyasa. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nafid, M. D. (2007). Praktis Pembelajaran Pesantren dari Transformasi. Yogyakarta: LKiS.
Nasran. (2016). Peran Pondok Pesantren Dalam Pembinaan Karakter Disiplin Dan Kemandirian Santri (Studi Pondok Pesantren IMMIM Putra Makassar). Character, 3(1).
Nugroho, W. (2016). Peran Pondok Pesantren Dalam Pembinaan Keberagamaan Remaja. Mudarrisa?: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 8(1).
Nuryanto. (2013). Eksistensi Pendidikan Pondok Pesantren Terhadap Perubahan Akhlak Santri. Jurnal Tarbawiyah, 10(2).
Rambalangi. (2018). Eksistensi Lembaga Adat Dalam Pembangunan Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa (Suatu Studi di Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat). Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan, 1(1).
Ruslan, & Imam, M. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Eksistensi Pesantren. Jurnal Kariman, 10(01).
Sakti, M. N. S. F. (2020). Santri Ducation 4.0 Antara Tradisi dan Modernisasi di Era Revolusi Industri. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sanjaya, W. (2015). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta: Prenada Media Group.
Shafwan, M. H. (2014). Inti Sari Sejarah Pendidkan Islam. Solo: Pustaka Arafah.
Soebahar, A. H. (2013). Modernisasi Pesantren: Studi Transformasi Kepemimpinan Kiai. Yogyakarta: LKiS.
Sugiyono. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Alvabeta.
Tanjung, M., & Pardede, L. (2019). Analisa Eksistensi Pengembangan Pendidikan Dan Pelatihan Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Tapanuli Tengah. Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah, 2(1).
Wahid, A. (1995). Pesantren Sebagai Subkultur. In M. D. Rahardjo (Ed.), Pesantren dan Pembaharuan. Jakarta.

