Tradisi Menabur Beras Kuning dalam Prosesi Pernikahan
DOI:
https://doi.org/10.51278/aj.v6i1.1140Keywords:
Philosophical Values Tradition, Tradition of Sowing Yellow RiceAbstract
This research examines the philosophical values ??of the tradition of sowing yellow rice in the wedding procession in the customs of the Banjar tribe from an Islamic perspective. The research method used is normative-empirical with a qualitative approach. People believe that sprinkling yellow rice on the bride and groom is a symbol of good luck and success. The philosophy of the yellow rice throwing procession at this wedding aims to; firstly, so that the bride and groom get sufficient sustenance, secondly, they become a married couple who respect each other, thirdly they avoid temptation/repulsion, fourthly they can run their household well. When viewed from the perspective of the implementation procession and the rules regarding applicable procedures, this tradition actually has a positive purpose for the newly married bride and groom. Not only the bride and groom, but also for all related parties, family, relatives and society in general. So this tradition continues continuously in every wedding procession
Keywords: Philosophical Values Tradition, Tradition of Sowing Yellow Rice
References
Anggoro, B. (2018). Wayang dan Seni Pertunjukan; Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah. JUSPI, 122.
Badawi, I. (1998). Tradisionalisme dalam Pendidikan Islam Surabaya: Al-Ikhlas, . Surabaya: Al-Ikhlas.
Elfira, A. A. (2023). Prinsip Masyarakat Adat Kajang Dalam Mempertahankan Adat Istiadat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 285.
Fadani, A. A. (1997). Al-Fawa'id al-Jam'iyyah. Beirut: Dar al-Fikr.
Fardiansyah, N. D. (2023). Metode Penelitian Hukum (Normatif dan Empiris). Bandung: Widina Media Utama.
Ghina Tsabita Putri, M. K. (2023). Tipologi Permukiman Kumuh Pesisir. Jurnal Kajian Ruang, 101.
Haedar. (2016). Pergeseran pemaknaan Ritual Merti Dusun; Studi atas Ritual Warga Dusun Celengan, Semarnag. Pemikiran Islam dan Filsafat, 87.
Hanida, S. A. (2023). Makna Tradisi Paninian Masyarakat Adat Dayak Meratus dan Relasinya dengan Agama Budha. Patisambhida, 44.
Huda, D. (2015). Peran Dukun Terhadap Perkembangan Peradaban Budaya Masyarakat Jawa. Ikadbudi.
Jailani, H. S. (2023). Jenis-jenis Penelitian alam Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Jurnal Qasim.
Jalaluddin, A. (2018). Ketenangan Jiwa Menurut Fakhruddin Arrazi dalam Tafsir Mfatih al-Ghayb. Jurnal Kajian Alquran, 47.
Junaidin, S. T. (2023). Tradisi Kalondo Wei dalam Kacamata Budaya dan Agama pada Masyarakat Ntonggu Bima. Fikroh, 168.
Katu, J. H. (2018). Hermeunetika Teologi Pentakosta. Amreta, 9.
Koentjaraningrat. (2007). Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: UI Press.
Lailiyah, H. H. (2021). Tradisi Lempar Beras Kuning dalam Perkawinan Perspektif Urf. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 140.
Lilis Cahyati, d. (2023). Tradisi Ritual Nyirep Udan Berbasis Alquran dalam Acara Pernikahan di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Citizenship Virtues, 561.
Malau, A. L. (2018). Tradisi Ritual Bulan Suro pada Masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 33.
Masruri, M. (2013). Kosmologi Danyang Masyarakat Desa Sekoto dalam Ritual Bersih Desa. Jurnal Peneliitan, 230.
Muqaffiqillah, M. (2023). Analisis Teoritik Atas Tulisan Geertz Tentang Kyai Jawa Sebagai Cultural Broker. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 33.
Muqtada, M. R. (2916). Menyoal Kembali Toeri Evolusi Agama J.G. Frazer dalam Keberagaman Masyarakat Jawa. Millaff, 41.
Nasional, D. P. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Nasr, S. H. (1994). Islam ditengah Kancah Dunia Modern. Bandung: Pustaka.
Nisa, D. (2012). Persepsi Masyarakat Terhadap Makam Satu Suro. Ilmiah IKIP Veteran.
Nurhayati, T. (2015). Perkembangan Perilaku Psikososial Pada Masa Pubertas. Edueksos, 56.
Pinasti, F. A. (2022). Transformasi Sosio Religius Masyarakat Pedesaan. Pendidikan Sosiologi, 4.
Rahayu, R. G. (2023). Pergesertan Makna Tradisi Bajapuik Adat Pernikahan Pariaman. Komunika, 23.
Rahayu, Y. D. (2023). Penguatan Nilai Luhur Warisan Budaya Kajian Adat Istiada Pernikahan Jawa Pasca Pandemi di kota Surakarta. Jayapangus Press, 144.
Rahman. (2023, Mei). Warga gang Aisyah. (T. Efansyah, Pewawancara)
Saidah. (2023, Mei). Warga Rt. 10 gang Raudah. (T. Efansyah, Pewawancara)
Setiawan, B. (2016). Tradisi Ziarah Kubur: Agama Sebagai Konstruksi Sosial Pada Masyarakat di Bawean, Kabupaten Gresik. Biokultur, 248.
Siti Laikatus Zahrok, S. Y. (2021). Identitas Budaya Etnik Bali dalam Kumpulan Puisi Patiwangi Karya Oka Rusmini. Bapala, 2.
sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D).
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sukatin, N. C. (2020). Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini. Golden Age, 78.
Sukatin, N. d. (t.thn.). Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia DIni. Golden Age.
Susanto, M. M. (2012). Tradisi Ngunya Muslim Pegayaman Bali. Karsa, 230.
Syam, N. (2005). Islam Pesisir. Yogyakarta: LKiS.
Yusra, O. (2022). Berpikir Positif Pada Hadis Ana Inda Dzanni Abdi Bi dalam Perspektif Gramatika dan Balaghah. Al Mi'yar, 164.

