Kekerasan dalam Rumah Tangga Kristen dan Dampaknya terhadap Keharmonisan Keluarga di Gereja Kingmi Jemaat Sejahtera Klasis Nabire
DOI:
https://doi.org/10.51278/aj.v6i1.1040Keywords:
Christian Family, Domestic Violence, Family HarmonyAbstract
This article discusses Christian families who commit Domestic Violence (KDRT) and its impact on family harmony. The purpose of this writing is to determine the impact of domestic violence on family harmony at the Kingmi Church, especially the Nabire Sejahtera Congregation, as well as the steps that the Church has taken to overcome domestic violence. This research was carried out at the Nabire Prosperous Congregation Kingmi Church. Using a qualitative method approach, research shows that there are many Christian families who commit domestic violence, the forms of violence carried out are physical violence and psychological violence. The factors that cause violence include: gambling, alcohol, economics, lack of premarital counseling, jealousy, differences of opinion, social culture, and arranged marriages. From the research results, the author concludes that domestic violence can cause disharmony in the family, where there is no peace, harmony, indifference between family members, and lack of good communication within the family.
Keywords: Christian Family, Domestic Violence, Family Harmony
References
Darmawijaya, S. P. (1994). Mengarungi Hidup Berkeluarga. Yogyakarta: Kanisius.
Departemen pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia(Jakarta: PT Granmedia, 2008)
Departemen pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 484
Ellen Gold White, Membina Keluarga Bahagia(Bandung: Indonesia publishing House, 2005), 5 15
Elmubarok, Z. (2008), Membumikan Pendidikan Nilai, Mengumpulkan Yang Terserak, Menyambung Yang Terputus, dan Menyatukan Yang Tercerai, Bandung, Penerbit Alfabeta
Hadisubrata, M. S. (1980). Keluarga dalam dunia modern tantangan dan pembinaannya. Gunung Mulia.
Helmawati, Pendidikan Keluarga(Bandung: Rosdakarya, 2016), 34.
Helmawati, H. (2014). Pendidikan Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hutahaean, W. S., & SE, M. T. (2021). Kepemimpinan Keluarga Kristen. Ahlimedia Book.
Ismail, A. (2009). Selamat Bergereja (Vol. 20). BPK Gunung Mulia.
Kristiani Tjandraini. (2004). Bimbingan Konseling Keluarga. Salatiga: Widya Sari Press.
Maurice Eminyan, S. (2001). Teologi Keluarga. Yogyakarta: Kanisius.
M.S.Hadisubrata.M.A, Keluarga Dalam Dunia Modern(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1992), 1.
Nasional, D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1096.
Alkitab(Jakarta: LAI, 2016) 1
Ngir, D. W. (2014). Kebutuhan Utama Dalam Pernikahan. Bandung: Kalam Hidup.
Otty Priambodo, Harmoni Keluarga(Jawa Timur: Media Nusa Creative, 2016), 7.
Priambodo, O. (2021). Harmoni Keluarga. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Republik Indonesia. (2004). Undang - undang RI No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT).
Singgih D. Gunarsa, Psikologi Untuk Keluarga, Jakarta: Gunung Mulia, 2010
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2017
Subeno, S. (2008). Indahnya Pernikahan Kristen. Surabaya: Momentum.
Tebun Mince STAK (2015). "Membangun Hubungan Yang Harmonis Diantara Suami Istri Pasca Konflik Menurut Dosen RTK", Diktat (Nabire: 2015 )
T.P. Wahyono. (2018). Keluarga Kristen. Yogyakarta: CV. NISI.
Taroreh-Loupatty, Y. D. (2017). Kawin Siapa Takut! Langkah Awal Membentuk Keluarga Bahagia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Thompson, M. L. (2012). Keluarga Sebagai Pusat Pembentukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
White, E. G. (2005). Membina Keluarga Bahagia. Bandung: Indonesia publishing House.
Wiryasaputra, S. T. (2007). Menolong Keluarga Bermasalah. Jakarta: Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI).

